Tampilkan postingan dengan label TIPS BELAJAR FISIKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS BELAJAR FISIKA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Februari 2010

BELAJAR FISIKA YANG KELIRU

Fisika bukan pelajaran yang abstrak dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Fisika ada di sekitar anda dan saya! Coba anda tatap pohon atau bunga yang ada di sekitar rumah anda… mengapa daun berwarna hijau ? ketika anda mencari tahu mengapa daun berwarna hijau maka anda sudah sedang belajar fisika! mengapa setelah anda duduk di atas bangku kayu, permukaan bangku menjadi hangat ? mengapa kabel listrik atau telepon biasanya melengkung ke bawah, mengapa tidak melengkung ke atas ? mengapa pagi atau sore hari terasa sejuk sedangkan siang hari terasa panas ? Mengapa anda sulit menggerakkan sepeda yang pada mulanya masih diam dibandingkan ketika sudah mulai jalan ? mengapa gerak mobil menjadi lambat ketika sedang mendaki jalan yang menanjak ? mengapa landasan pacu pesawat yang berukuran besar lebih panjang daripada landasan pacu pesawat yang ukurannya kecil ? mengapa tanggul situ ginting kemarin bisa jebol setelah ada tambahan air hujan ? Apakah anda kebingungan menjawab pertanyaan ini ? Jika jawaban anda adalah “ya”, maka ada satu sisi lain dari fisika yang belum anda pahami!

Fisika bukan pelajaran yang hanya penuh dengan rumus-rumus untuk dihafal!

Belajar fisika bukan dengan cara menghafal rumus-rumus tapi tidak pernah mengerti apa maksud dari rumus itu. Rumus fisika punya makna, ada cerita di balik rumus itu. Bukan sekedar rumus tanpa makna yang harus dihafal untuk menyelesaikan soal hitungan… Lalu apa cerita dibalik rumus itu ?

KONSEP!

Konsep, gagasan, ide… Ilmu fisika dibangun dari ide-ide mendasar alias gagasan-gagasan alias konsep-konsep… mari kita bahas salah satu konsep paling dasar.

Anda pernah belajar tentang Gerak Lurus Beraturan alias GLB ? Apa yang anda ketahui tentang GLB ? ketika disebutkan kata GLB, mungkin anda langsung ingat rumus v = s/t. Ketika diberikan soal GLB, anda langsung mencocokan besaran yang diketahui, lalu memasukan ke dalam rumus untuk diperoleh penyelesaiannya… Ada juga yang menggunakan metode segitiga s v t segala. Btw, apa sebenarnya GLB dan mengapa anda belajar GLB ? Apakah belajar GLB hanya untuk menyelesaikan soal yang membutuhkan rumus v = s/t ?

Tujuan lain anda belajar GLB adalah anda paham konsep kecepatan konstan! walaupun anda sudah mahir menyelesaikan soal hitungan menggunakan rumus v = s/t tetapi jika anda belum memahami konsep kecepatan konstan maka anda belum belajar GLB! Ok, seandainya anda sudah pernah belajar GLB… apakah anda setuju atau tidak dengan pernyataan saya berikut : suatu benda dikatakan bergerak dengan kecepatan konstan jika benda tersebut bergerak lurus dengan laju konstan. Benar atau salah pernyataan ini ? Penyataan ini salah! anda setuju kalau pernyataan ini salah ? berarti anda belum paham konsep kecepatan konstan. He2… pernyataan di atas benar. Gerak lurus beraturan = gerak dengan kecepatan konstan = gerak lurus dengan laju konstan…

Anda bingung ? Kalau anda bingung, baca terus!

Konsep fisika itu saling kait mengait. Konsep fisika itu saling berhubungan!

Konsep dasar perlu anda kuasai dengan baik dan benar sebelum menyelam lebih dalam, jika tidak anda akan kebingunan nantinya… salah satu faktor penting yang membuat fisika terasa sulit adalah anda belum paham konsep dasar dengan baik dan benar sehingga anda tidak nyambung dengan pelajaran selanjutnya! Misalnya kalau anda belum paham konsep kecepatan konstan dan konsep percepatan maka anda tidak bisa paham hukum newton dengan baik dan benar. Jika anda belum paham hukum newton dengan baik dan benar maka anda tidak akan paham gaya sentrifugal.

Saya tidak bisa menjelaskan kepada anda apa itu gaya sentrifugal jika anda belum paham kerangka acuan inersia dan kerangka acuan noninersia (tidak perlu bingung, istilahnya tinggi tapi sebenarnya sederhana saja). Saya tidak bisa menjelaskan kepada anda apa itu kerangka acuan inersia dan kerangka acuan non inersia kalau anda belum paham hukum Newton dengan baik dan benar… Anda tidak bisa paham hukum newton dengan baik dan benar jika anda belum paham konsep kecepatan konstan dan konsep percepatan! Jadi konsep fisika itu saling kait mengait atau saling berhubungan! Contoh yang saya jelaskan ini hanya salah satu saja… Masih sangat banyak contoh lain…

Apakah konsep itu penting ?

Anda bertanya lagi apakah konsep itu penting ? Konsep itu tidak penting tetapi sangat penting! Karena sangat penting maka anda harus memahami konsep dengan baik dan benar! Banyak sekali manfaat yang anda peroleh setelah memahami konsep. Berikut ini beberapa manfaat yang anda peroleh :

1. Jika anda sudah memahami konsep, anda akan menemukan ternyata fisika jauh lebih mudah jika anda menguasai konsep terlebih dahulu, daripada anda hanya menghafal rumus tanpa mengerti konsep.

2. Jika anda sudah memahami konsep maka banyak soal hitungan yang menurut anda sulit, bisa diobok-obok dengan mudah dan menyenangkan!… serius, saya tidak menipu anda!

3. Jika anda sudah memahami konsep maka pertanyaan yang banyak sebelumnya bisa anda jawab dengan mudah… misalnya mengapa tanggul situ ginting kemarin bisa jebol setelah ada tambahan air hujan ? pertanyaan ini tidak bisa diselesaikan menggunakan rumus

4. Jika anda sudah memahami konsep maka anda punya pengetahuan dasar yang sangat bagus ketika anda melanjutkan belajar ke jenjang yang lebih tinggi… Dasar yang kokoh menentukan kelanjutannya! Kalau dasarnya rapuh maka selanjutnya juga pasti rapuh! Anda ingin masa depan yang cerah khan ?

5. Konsep itu tidak bisa dihafal! Konsep hanya bisa dipahami… untuk memahami konsep anda perlu berpikir. Jika anda sudah terbiasa berpikir maka banyak soal yang sebelumnya terasa sulit menjadi begitu mudah! Berbeda dengan menghafal… Kalau anda belajar dengan menghafal, anda tidak berlatih untuk berpikir… Karena anda tidak terbiasa berpikir maka banyak soal yang mudah terasa sangat sulit.(fisikadasar.com)

Rabu, 10 Desember 2008

KEBIASAAN YANG MERUSAK OTAK

  1. Tidak mau sarapan. Banyak orang menyepelekan sarapan, padahal tidak mmengkonsumsi makanan di pagi hari menyebabkan turunnya kadar gula dalam darah. Hal ini berakibat pada kurangnya masukan nutrisi pada otak yang akhirnya berakhir pada kemunduran otak.
  2. Kebanyakan makan. Terlalu banyak makan mengeraskan pembuluh otak yangbiasanya menuntun kita pada menurunnya kekuatan mental.
  3. Merokok ternyata berakibat sangat mengerikan pada otak kita. Bayangkan, otak kita bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya. Tak ayal diwaktu tua kita rawan Alzheimer.
  4. Terlalu banyak mengkonsumsi gula. Terlalu banyak asupan gula akan menyebabkan Kekurangan nutrisi dan perkembangan otak terganggu.
  5. Polusi udara. Otak adalah bagian tubuh yang paling banyak menyerap udara. Terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi membuat kerja otak tidak efisien
  6. Kurang tidur. Tidur memberikan kesempatan otak untuk beristirahat. Sering melalaikan tidur membuat sel-sel otak justru mati kelelahan.
  7. Menutup kepala ketika sedang tidur. Tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan buruk yang sangat berbahaya karena karbondioksida yang diproduksi selama tidur terkonsentrasi sehingga otak tercemar. Jangan heran kalau lama kelamaan otak menjadi rusak.
  8. Berpikir terlalu keras ketika sedang sakit. Bekerja keras atau belajar ketika kondisi tubuh sedang tidak fit juga memperparah ketidakefektifan otak
  9. Kurangnya stimulasi otak. Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak. Kurang berpikir justru membuat otak menyusut dan akhirnya tidak berfungsi maksimal.
  10. Jarang bicara. Percakapan intelektual biasanya membawa efek bagus pada kerja otak.

Jumat, 24 Oktober 2008

CARA BELAJAR FISIKA

Jika anda mengalami kesulitan mempelajari fisika, ada kemungkinan itu tidak mutlak merupakan “kesalahan” anda. Sistem pengajaran fisika kita kurang mendukung usaha siswa untuk belajar. Tetapi tentu saja kita tidak boleh berdiam diri menghadapi kenyataan seperti itu. Pasti ada jalan untuk berhasil, bukan sekedar untuk lulus ujian, tetapi juga untuk memahaminya dengan lebih baiK.
Sebelum mengambil langkah-langkah penyelamatan, kita harus menanggalkan paradigma yang sudah terlanjur keliru terhadap fisika. Paradigma inilah yang menimbulkan prasangka buruk yang berlanjut dengan keengganan belajar fisika. Di tingkat bawah sadar kemudian terbentuk daya tolak yang kuat sehingga mempersulit situasi. Hal-hal berikut ini harus anda camkan dulu sampai ke tingkat bawah sadar untuk mengubah paradigma anda.
Fisika mempelajari perilaku alam.
Oleh karena kita semua hidup di dalam alam, bahkan kita sendiri juga bagian dari alam, pengalaman merupakan dasar yang kuat dalam belajar fisika. Logika fisika pada tingkat dasar adalah logika masuk akal, yakni yang sesuai dengan pengalaman. Memang dalam tingkat lanjutan, pengalaman kita akan tertinggal jauh oleh penjabaran fisika secara matematis, sehingga posisinya menjadi terbalik, yaitu kita memanfaatkan fisika untuk membuat prediksi perilaku alam, termasuk gejala yang belum pernah kita alami. Fisika tidak identik dengan matematikaJangan terjebak oleh tampak luar fisika. Persamaan fisika bukan persamaan matematik biasa, mereka dilatarbelakangi oleh berbagai cerita, kondisi, dan asumsi model. Matematika dipilih sebagai bahasa dalam fisika, karena sifatnya yang kompak dan konsisten. Alur logika matematik dapat menggelinding sendiri mendahului logika manusia yang hanya bersandarkan pengalaman. Jadi rumus fisika hanyalah alat, bukan fisika itu sendiri. Soal-soal adalah ajang latihan bagi anda untuk memahami gejala fisikanya, bukan sekedar berlatih melakukan perhitungan.

Langkah belajar
Setelah anda berhasil menyumbat kesalahpahaman anda terhadap fisika, marilah kita membahas langkah-langkah untuk belajar fisika. Belajar dalam arti sesungguhnya, bukanhanya bertujuan lulus ujian saja.
  • 1. Ingatlah konsep atau hukum fisika berdasarkan ceritanya, bukan rumusnya. Seperti cerita dalam buku atau film, kita dengan mudah mengingatnya tanpa usaha yang berarti. Pada dasarnya manusia menyukai cerita, otak kita amat mahir dalam mengingat cerita. Oleh sebab itu jika anda tahu persis jalan cerita sebuah konsep fisika, anda akan mengingatnya dengan mudah, termasuk rumus-rumus matematik yang dipergunakan-nya. Kemudian kaitkan konsep ini dengan pengalaman anda sendiri tentang perisitiwa nyata dalam kehidupan sehari-hari agar lebih mantap.
  • 2. Kuasai bahasa pokok fisika : matematika. Matematika diperlukan sebagai alat untuk melakukan analisa dalam fisika. Anda harus tahu cara kerja sebuah alat sebelum menggunakannya mengerjakan sesuatu. Pada tingkat dasar, anda perlu tahu tentang : aljabar, kalkulus (turunan dan integral), dan vektor. Jika anda belum menguasainya, anda akan berjalan di tempat, anda tidak akan ke mana-mana dalam fisika.
  • 3. Analisalah soal fisika berdasarkan ceritanya, bukan angka-angkanya. Soal fisika juga memiliki jalan cerita. Cocokkan ceritanya ini dengan cerita yang anda ingat dalam konsep-konsep yang sudah anda pelajari. Jika anda menemukan alur cerita yang mirip dengan soal itu, maka anda telah menemukan konsep yang akan dipakai untuk memecahkan permasalahannya. Soal adalah ajang latihan bagi logika anda dan memperkuat pemahaman anda tentang sebuah konsep dalam fisika.
  • 4. Carilah arti fisis hasil perhitungan atau penurunan rumus fisika. Hasil perhitungan atau penurunan rumus fisika bukanlah sekedar bilangan atau simbolsimbol belaka. Mereka juga menyimpan pengertian fisis seperti konsep-konsep yang dipakai untuk menghasilkannya. Tanpa interpretasi fisis, tidak ada gunanya kita bergelut dengan matematik perhitungannya. Umpan balik yang diberikan oleh hasil perhitungan ini amat konstruktif bagi penguasaan fisika anda.
  • 5. Sintesakan konsep yang sedang anda pelajari dengan konsep-konsep yang sudah anda pelajari sebelumnya. Dengan melakukan sintesa, anda akan mengetahui penerapan konsep yang sedang anda pelajari beserta kemungkinan-kemungkinannya yang lain. Di sinilah letak manfaat mempelajari dan menekuni sebuah bidang keilmuan.


Petunjuk teknis

Uraikan cerita lengkap konsep fisika pada suatu bab dalam catatan anda. Catatan yang hanya memuat rumus-rumus dan contoh soal tidak bermanfaat. Catat pula pengertian yang anda peroleh sendiri, baik dari kuliah, diskusi, maupun literatur.Dalam contoh soal, sisipkan komentar-komentar, baik tentang maksud soal, relevansi dengan konsep yang sudah dipelajari, maupun alasan-alasan langkah dalam penyelesaiannya. Jangan lupa memberikan interpretasi fisis pada hasil akhirnya.Tuliskan rangkuman tentang pengalaman anda pada akhir setiap bab. Komentari kemungkinan kaitannya dengan konsep yang ada pada bab-bab sebelumnya, atau bahkan relevansinya dengan bidang yang lain. Jika anda melakukan langkah-langkah di atas, tidak ada alasan lagi bahwa fisika itu susah dipelajari. Jadi Fisika itu memang mudah.

SELAMAT MENCOBA !!!! SEMOGA BERMANFAAT