Jumat, 28 November 2008

MENGGAPAI CAHAYA

"Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 24:35)Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu". (QS. AnNuur:35)

Apa maksud ayat cahaya di atas cahaya ini? tumpukan cahaya? cahaya dapat bertumpuk?

Sarjana kuno abad pertengahan masih buta terhadap sifat dan karakteristik cahaya. Spekulasi mereka bahwa cahaya terdiri dari pertikel-partikel yang dipancarkan oleh benda yang berpendar. Meskipun begitu mereka tahu beberapa sifat cahaya seperti lintasannya yang berupa garis lurus, dipantulkan oleh cermin dengan sudut pantul yang sama dengan sudut datang cahaya pada permukaan cermin dan dibelokkan jika melintas dari udara menuju kaca atau air. Mengapa pembelokkan dapat terjadi ? Pasti pembaca sekalian dah mengetahuinya ketika di belajar fisika pada bab pembiasan.

Eksperimen penting pertama terhadap cahaya dilakukan oleh Isaac Newton pada tahun 1666. Newton membiarkan cahaya matahari masuk menembus celah kecil rumahnya melintas ruang gelap dan jatuh miring pada permukaan prisma kaca segitiga.Newton menangkap berkas sinar yang keluar prisma dengan layar putih.

Dia tidak lagi mendapatkan bintik putih melainkan sebaran pita warna warni yang teratur yaitu, merah, orange, kuning, hijau, bitu, dan ungu. Sebaran ini disebut spektrum. Berasal dari bahasa Latin yang berarti HAntu.

Inikah yang dimaksud cahaya di atas cahaya ???

Cahaya atau sinar ungu ditumpuki sinar biru, hijau, kuning, orange, dan merah sehingga jadi putih?


Diolah dari :Ayat - Ayat Semesta

































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar