Kamis, 01 Januari 2009

BUSH TIDAK JADI MENYERANG INDONESIA

Bush meminta Pentagon menganalisa jikaAS (Amerika Serikat, -pen) ‘terpaksa’ harus menyerang Indonesia berapa kerugian yang harus di pikul pihak AS dan berapa keuntungan pihak Indonesia dari kehadiran tentara AS di sana?!
Begitu memasuki perairan Indonesia, mereka akan di hadang pihak Bea Cukai karena membawa masuk senjata api dan senjata tajam serta peralatan perang tanpa surat izin dari pemerintah RI. Ini berarti mereka harus menyediakan “Uang Damai”. Coba hitung berapa besarnya jika bawaannya sedemikian banyak?
Kemudian mereka juga pasti akan mendirikan base camp militer. Bisa ditebak di sekitar base camp nantinya pasti akan dikelilingi oleh penjual Bakso, tukang Es Kelapa, lapak VCD bajakan, sampai obral Cel-Dam Rp.10.000 3/Pcs. Belum lagi para pengusaha pasar malam yang wahana utamanya Komedi Putar dipastikan bakal ikut mangkal di sekitar base camp juga.
Kemudian kendaraan-kendaraan tempur serta tank-tank lapis baja yang diparkir dekat base camp akan dikenakan retribusi parkir oleh petugas dari dinas perpakiran daerah. Jika dua jam pertama per-kendaraan dikenakan tarif Rp.10.000,- (jangan protes, tarif orang bule nih!), berapa yang harus dibayar AS kalau kendaraan & tank mereka harus parkir selama sebulan??Sepanjang jalan ke lokasi base camp pasukan AS juga harus menghadapi para Mr. Cepek yang berlagak memperbaiki jalan sambil memungut biaya bagi kendaraan yang melewati jalan tersebut.
Dan jika kendaran tempur serta tank harus berbelok atau melewati pertigaan mereka tentu kudu menyiapkan recehan yang banyak untuk para Mr. Cepek itu.Suatu kerepotan besar bagi rombongan pasukan jika harus berkonvoi, karena konvoi yang berjalan lambat pasti akan di hampiri para pengamen, pengemis dan anak-anak jalanan, ini berarti harus mengeluarkan recehan lagi.Belum lagi jika di jalan bertemu polisi yang sedang bokek, udah pasti kena semprit kerena konvoi tanpa izin. Bayangkan berapa lagi uang damai yang harus dikeluarkan?
Di base camp militer, tentara AS sudah pasti nggak bisa tidur, karena nyamuknya, Ya ampyuun… gede-gede kayak vampir! Malam hari di hutan yang sepi juga mereka akan di kunjungi para wanita yang tertawa dan menangis. Harusnya sih mereka senang karena bisa berkencan dengan wanita ini tapi kesenangan tersebut akan sirna begitu melihat para wanita ini punya bolong besar di punggungnya..
Pagi harinya mereka juga ga akan bisa mandi karena di sungai banyak dilalui “Rudal Kuning” yang di tembakkan penduduk setempat dari “Flying Helicopter” alias WC terapung di atas sungai.
Pasukan AS juga tidak bisa jauh-jauh dari peralatan perangnya, karena di sekitar base camp sudah mengintai pedagang besi loakan yang siap mempereteli peralatan perang canggih yang mereka bawa. Meleng sedikit saja tank canggih mereka sudah siap di-kilo-in. Belum lagi pelaku curanmor yang siap beraksi dengan kunci T-nya sudah standby merebut jip-jip perang mereka yang kalau didempul dan cat ulang bisa di jual mahal ke anak-anak orang kaya yang pengen gaya-gayaan.
Dan yang lebih menyedihkan lagi badan pasukan AS pasti akan jamuran karena tidak bisa berganti pakaian. Kalau berani nekat menjemur pakaiannya dan meleng sedikit saja, besok pagi pakaian mereka sudah mejeng di pasar Jatinegara di lapak-lapak pakaian bekas.Peralatan telekomunikasi mereka juga harus di jaga ketat, karena para bandit ‘Kapak Merah’ sedang mengintai peralatan canggih itu 24 jam.
Dan mereka juga harus membayar sewa tanah yang di gunakan untuk base camp kepada juragan Duloh, juragan Mamat, dan engkong Jai’ para pemilik tanah. Disamping itu mereka juga harus minta izin kepada RT/RW dan kelurahan setempat, berapa meja yang harus di lalui dan berapa banyak dana yang harus disiapkan untuk meng-amplopi pejabat-pejabat ini..??Para komandan di pasukan AS ini juga akan kena tugas tambahan mengawasi para prajuritnya yang banyak menyelinap keluar base camp buat nonton dangdut-an di RW 06, katanya ada Inul di sana. Baru membayangkan ini semua saja akhinya Bush memutuskan: TIDAAK !!!
SAMPAI AKHIRNYA BUSH DI GANTIKAN OBAMA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar