Senin, 28 November 2011

PESAWAT TERBANG TERBALIK, KOK BISA ??

Jika sayap pesawat terbang dibentuk untuk menghasilkan gaya angkat, bagaimana pesawat dapat terbang terbalik???

Dengan pesawat khusus pilot dapat melakukan manuver ini untuk membuat penonton kagum, tetapi mereka tidak dapat melakukan dengan menggunaka pesawat terbang pengangkut karena walaupun secara teori mungki, pesawat penumpang tidak dirancang untuk menahan peregangan atau stres dalam kondisi terbalik.Sayap terbang konvensional dilengkungkan sebelah atasnya dan rancangan ini menghasilkan gaya angkat yang penjelasannya jauh dari sederhana. Akan tetapi jika sayap itu dibalik,bukankah itu akan mengahasilkan efek yang berlawanan yaitu mengubah gaya angkat menjadi gaya dorong ke bawah?? Betul, yakni jika pilot tidak mengatasi sebagian efek tersebut dengan mengubah sudut terjang pesawat, sudut ketika sayap mendorong udara.
________________________________________________________________________________
COBA DECH YA......

Ulurkan sedikit tangan kita ke luar jendela sewaktu menumpang mobil yang melaju kencang di jalan. ketika tangan kita rata, telapak tangan sejajar dengan tanah, kita merasakantekanan uadara pada pinggiran bagian depan (pada jempol). Akan tetapi selanjutnya naikkan tangan sampai telapak sedikit menghadap ke depan dan dapat merasakan hembusan angin. Rasakan tangan mengalami dorongan ke atas. Tekanan pada bagian bawah lebih besar daripada pada bagianpunggung tangan dan ini menghasilkan gaya angkat, tidak peduli bagaimana bentuk tangan yang penting cukup rata.
________________________________________________________________________________
       Maka ketika sebuah peasawat terbang terbalik, sang pilot mengarahkan hidung pesawatnya ke atas,sedemikian sehingga bagian bawah sayap(yang kini di sebelah atas) mendapat embusan keras angin dan terdorong ke atas. Selain itu, pesawat untuk akrobat udara tidak memakai sayap yang sebelah atasnya lebih lengkung: permukaan atas dan permukaan bawah mempunyai bentuk sama, sehingga tidak masalah mana yang menghadap ke atas (pilot semata-mata mengandalkan gaya angkat dari sudut terjang pesawat. Sebagaimana kita simak percobaan deengan tangadi jendela mobil, selain menghasilkan gaya angkat, penambahan sudut terjang juga menghasilkan hambatan udara yang berusahamenahan gerak maju. Begitu pula ketika pilot akrobatik menaikkan sudut terjangnya, pesawat mengalamai hambatan yang mengharuskan mesin bekerja lebih keras. 
       Oleh karena itu, peswat untuk akrobatik harus memiliki mesin perkasa selain pilot yang berani mati. Harus betul-betul berani mati dan emiliki kebugaran prima baik fisik maupun mental sebab pilotyang seperti ini selain harus kuat tubuhnya juga harus tetap sadar untuk berpikir dalam tiga dimensi sementara ia harus bertahan terhadap gaya yang bisa 8-10 kali kekuatan gravitasi. Kendati demikian, pilot ini dilindungi dengan g-suit, yaitu baju bertekanan seperti yang dipakai pilot tempur agar darah tidak sampai habis dari kepala mereka dan membuat mereka mengalami black out selama manuver percepatan tinggi.

Yang jelas, saya lebih suka menonton dari bawah.hehehehehehe.......

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar