Minggu, 18 April 2010

MISKONSEPSI GERAK JATUH BEBAS

Yuuk........Kita mbayangin....Tapi yang kita bayangkan cewek cantik. asyiik khan...? hehehehehe...


Bayangkan dua cewek cantik besarnya sama, sebut saja MAYA dan TAMARA. Massa kedua cewek ini berbeda,MAYA = 62 kg dan TAMARA = 65 kg. Menurut Kamu, jika kedua cewek ini dijatuhkan dari ketinggian yang sama,(waaah.....eman-eman yach...?) manakah yang akan lebih dahulu jatuh ke tanah, MAYA atau TAMARA?

Diantara kita kebanyakan mungkin akan berpikir bahwa benda yang bermassa lebih besar akan lebih cepat sampai ke tanah. Dengan demikian, maka TAMARA akan jatuh lebih dahulu. Nggak apa-apa, Aristoteles punya pernyataan yang sama dengan kita.
Ia menyatakan, bahwa pada gerak ke bawah, sebuah benda yang memiliki berat lebih besar akan dipercepat sebanding dengan beratnya. Pernyataan ini tampaknya cukup masuk akal. Jika kita menjatuhkan selembar kertas dan batu dalam waktu yang bersamaan, batu akan lebih cepat jatuh dibanding kertas. Hingga beberapa abad, pendapat Aristoteles ini bertahan cukup lama.

Kemudian, Galileo Galilei (1564-1624)mempermasalahkannya. Ia menyatakan, setiap benda yang jatuh ke bawah akan mengalami percepatan yang sama besar. Jika kedua benda tersebut dijatuhkan pada saat yang bersamaan, keduanya akan sampai di tanah dalam waktu yang bersamaan.

Coba lakukan percobaan !!! Remas-remaslah sehelai kertas tadi menjadi gumpalan kecil. Kertas dan batu mungkin akan jatuh dalam waktu yang bersamaan. Kenapa begitu?
Kalau kertas tidak digumpalkan, gaya hambatan dari udara pada kertas akan jauh lebih besar daripada gaya hambatan udara dari batu. Sedangkan jika kertas digumpalkan, hambatan udara pada batu dan gumpalan kertas sama besar, sehingga gumpalan kertas dan batu jatuh dalam waktu yang bersamaan.

Kesimpulannya
Jika benda dijatuhkan di ruang hampa, dimana tidak ada hambatan udara, maka selembar kertas dan batu akan jatuh dalam waktu yang bersamaan. Pada zaman Galileo, belum ditemukan alat yang bisa membuat suatu ruangan vakum udara. Disinilah letak kehebatannya, ia bisa memprediksikan suatu fenomena dengan tepat, sehingga ia disebut “Bapak Sains Modern”.
Kalo lum jelas juga....yuk belajar teorinya di : Gerak Jatuh Bebas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar