Selasa, 11 Oktober 2011

Miskonsepsi dan Perubahan Konsep Pendidikan Fisika (Bagian 3)

Gelombang dan Optik
Beberapa siswa mempunyai miskonsepsi bahwa suara berjalan paling cepat melalui ruang hampa di mana tidak ada udara.

Mohapatra (1998), menemukan bahwa banyak siswa di India mempunyai miskonsepsi mengenai hukum refleksi cahaya. Mereka berpikir bahwa kesamaan antara sudut datang dan sudut reflesi hanya terjadi pada cermin datar.

Banyak siswa yang beranggapan bahwa cahaya dapat dipantulkan dari permukaan cermin yang halus, tidak dapat dipantulkan dari permukaan yang tidak halus.

Beberapa siswa mempunyai  miskonsepsi tentang perjalanan cahaya (V.D. Berg). Dua kesalahan yang diungkapkan, yaitu :
1. Lilin yang tidak terang tidak memancarkan cahaya pada siang hari, hanya pada malam hari, Lilin redup hanya memancarkan cahaya pada malam hari.
2. Cahaya yang lebih terang akan berjalan lebih cepat, dan hambatan seperti lensa, filter dan kaca memperlambat perjalanan cahaya itu.

Beberapa siswa SMP berpendapat bahwa cahaya yang berjalan mengenai benda yang transparan akan diteruskan tanpa mengalami perubahan arah.

Beberapa siswa SMP dan SMA mempunyai miskonsepsi akan terjadinya pembiasan pada lensa. Menurut mereka, sinar datang pada lensa cembung atau cekung, tidak dibiaskan pada permukaan lensa, tetapi pada tengah lensa. Dengan kata lain, permukaan lensa dan ketebalan lensa tidak mempengaruhi proses pembiasan cahaya. Hal ini tidak benar, karena cahaya itu dibelokkan dan dibiaskan justru pada permukaan lensa di mana ada perbedaan indeks bias dari dua medium, yaitu udara dan kaca, atau kaca dan udara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar