Jumat, 22 Juni 2012

Revolusi Pembelajaran

Revolusi Pembelajaran

logo savi

Pembelajaran merupakan hasil kolaborasi yang baik antara guru, siswa, dan kurikulum. Guru yang berperan sebagai penanggung jawab jalannya pembelajaran (baca : sebagai salah satu sumber belajar maupun sebagai fasilitator), siswa yang berperan sebagai pencari pengetahuan (baca : sebagai pengkonstruk pengetahuan menurut teori konstruktivisme), dan kurikulum sebagai isi dari materi itu sendiri.

Beberapa "penyakit" utama abad ke-19, telah menjangkiti para pendidik, di berbagai belahan dunia. Penyakit yang dimaksud adalah : puritanisme, individualisme, model pabrik, pemikiran ilmiah barat, pemisahan pikiran/tubuh, dominasi pria, dan media cetak.
"Penyakit" tersebut secara ringkas dapat dilihat pada tabel berikut :

PENYAKIT
GEJALA
OBAT
Puritanisme
Serius, suram, kering, kaku, dan berpusat pada guru
Belajar yang menggembirakan, mengasuh, dan berpusat pada pembelajar
Individualisme
Persaingan di antara pembelajar. Keterasingan dan putusnya hubungan
Kerja sama di antara pembelajar dalam komunitas belajar
Model Pabrik
Belajar jalur perakitan satu ukuran untuk semua. Berdasarkan waktu dan patuh pada petunjuk
Prasmanan berbagai pilihan. Berdasar hasil dan kreatif
Pemikiran Ilmiah Barat
Pendekatan belajar linier, mekanistik, dan terkotak-kotak
Pendekatan belajar holistik, kontekstual, dan saling berkaitan
Pemisahan Pikiran/Tubuh
Belajar yang kognitif, verbal, menekankan otak-kiri dan pasif secara fisik
Belajar yang memanfaatkan seluruh otak, multi-indra, dan aktif secara fisik
Dominasi pria
Tekanan pada kontrol, kecerdasan rasional, dan proses berurutan
Tekanan pada pengasuhan, kecerdasan seluruh otak, dan proses simultan
Media Cetak
Kata-kata dan konsep abstrak sebagai landasan belajar
Gambar dan pengalaman konkret sebagai landasan belajar

Sebuah revolusi pembelajaran ditawarkan oleh Program Accelerated Learning. Salah satu pendekatan yang ditawarkan oleh Accelerated Learning adalah belajar melalui pendekatan SAVI.
SAVI singkatan dari (Somatis, Auditori, Visual, dan Intelektual).
1. Somatis : belajar dengan bergerak dan berbuat
2. Auditori : belajar dengan berbicara dan mendengar
3. Visual : belajar dengan mengamati dan menggambarkan
4. Intelektual : belajar dengan memecahkan masalah dan merenung

Belajar menjadi optimal jika keempat unsur SAVI terjadi dalam satu kegiatan pembelajaran. Misalnya, orang bisa belajar sedikit dengan menyaksikan presentasi (V), tetapi mereka dapat belajar banyak jika dapat melakukan sesuatu ketika presentasi sedang berlangsung (S), membicarakan apa yang sedang mereka pelajari (A) dan memikirkan cara menerapkan informasi dalam presentasi tersebut  pada pekerjaan mereka (I).


Referensi :
Meier, Dave. 2003. The Accelerated Learning Handbook. Panduan Kreatif dan Efektif Merancang Program Pendidikan dan Pelatihan (terjemahan). Bandung : Kaifa.

Sumber gambar : http://www.tspectrum.com/images/savilogo.jpg

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar