Jumat, 08 Maret 2013

Kelas IX | Lapisan Kerak Bumi (Litosfer)

Litosfer adalah lapisan terluar kulit bumi (kerak bumi), memiliki ketebalan ± 1.200 km dan terdiri atas lapisan Silisium dan Aluminium (SiAl) serta Silisium dan Magne-sium (SiMg). 

Batuan Pembentuk Litosfer 
1. Batuan beku: terbentuk karena membekunya magma yang keluar akibat proses pendinginan.
  • Batuan beku dalam (abisis, plutonis): pembekuan magma di dalam kulit bumi. Contoh: batu granit, diorit, gabro. 
  • Batuan beku korok (hypoabisis): pembekuan magma di celah-celah/retakan bumi. Contoh: batu granit porfirit, seinit porfirit. 
  • Batuan beku luar (effusif): pembekuan magma setelah mencapai permukaan. Contoh: andesit, basalt, riolit, obsidian. 
2. Batuan sedimen: terbentuk karena terjadinya pelapukan batuan yang kemudian terendapkan hingga membentuk batuan. 
a) Berdasarkan proses terjadinya 
  • Sedimen klastik/mekanik: diangkut dari tempat asal kemudian diendapkan tanpa mengalami proses kimiawi. Contoh: batu breksi (kerikil dengan sudut tajam), konglomerat (kerikil dengan sudut tumpul), pasir. 
  • Sedimen kimiawi: endapan hasil pelarutan kimiawi. Contoh: gips, batu garam. 
  • Sedimen organik: dipengaruhi unsur organik. Contoh: batu bara, batu gamping. 
b) Berdasarkan tenaga pengangkutnya Sedimen aquatis: diendapkan oleh air. Contoh: batu pasir, lumpur. 
  • Sedimen aeolis: diendapkan oleh angin. Contoh: tanah loss, pasir. 
  • Sedimen glasial: tenaga gletser., Contoh: morena, tanah lim. 
  • Sedimen marine: oleh air laut., Contoh: delta. 
c) Berdasarkan tempat diendapkannya 
  • Sedimen teritis: di darat, contoh: tanah loss, batu tuff, breksi. 
  • Sedimen fluvial: di dasar sungai, contoh: pasir. 
  • Sedimen marine: di dasar laut, contoh: batu karang, batu garam. 
  • Sedimen palludal/limnis: di rawa/danau, contoh: gambut, tanah lim. 
  • Sedimen glasial: di daerah es, contoh: batu morena. 
  • Sedimen marginal: di pantai. 
3. Batuan metamorf/malihan: batuan beku endapan yang telah berubah sifatnya, pengaruh suhu tinggi, tekanan, dan waktu. 
  • Batuan metamorf kontak: adanya kontak atau pengaruh suhu tinggi atau dekat dengan magma. Contoh: batu pualam (marmer) dari batu kapur. 
  • Batuan metamorf dinamo: adanya tekanan lapisan di atasnya dalam waktu lama. Contoh: batu sabak dari tanah liat antrasit. 
  • Batuan metamorf pneumatolistis: pengaruh suhu tinggi, tekanan di sekitarnya dan waktu yang lama serta masuknya. 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar