Sabtu, 03 Mei 2008

RELATIVITAS DALAM ENERGI NUKLIR

Salah satu manusia paling ajaib sepanjang sejarah adalah Einstein. Si penemu besar, peraih Nobel, ah, apalagi ya? Manusia hebat!
Pada tahun 1905, Albert Einstein, mempublikasikan Teori Relativitasnya. Berdasarkan teori ini, hubungan antara massa dan energi diekspresikan dengan persamaan E =(mc)^2, yang menyatakan bahwa jumlah energy (E) adalah sebanding dengan massa (m) dikalikan kuadrat kecepatan cahaya (c).
Sebuah partikel zat yang sangat kecil adalah ekivalen dengan jumlah energi yang sangat banyak. Ironisnya, hal ini juga berarti bahwa 1 kg (2.2 lb) zat jika dikonversikan ke energi akan sama dengan energi yang dihasilkan dengan meledakkan 22 megatons TNT (Tri Nitro Toluena).
Pada tahun 1938, seorang ahli Kimia Jerman Otto Hahn dan Fritz Strassmann membelah atom Uranium menjadi dua bagian yang sama dengan penembakan neutron. Sebagai hasilnya, Lise Meitner—ahli Fisika Austria—dengan keponakannya Otto Robert Fisch, menjelaskan proses fisi nuklir pada tahun 1939, yang menjadi dasar bagi pelepasan energi atom.


Saat Uranium atau zat lain mengalami reaksi fisi, terbentuklah fragmen nuklir berpasangan dan mengeluarkan energi. Pada saat yang sama, inti atom akan memancarkan neutron berkecepatan tinggi, sama tipe nya dengan partikel awal dalam pembelahan inti Uranium.
Hal ini lantas memungkinkan pembelahan inti Uranium sendiri, dengan reaksi berantai yang terus menerus menghasilkan energi lagi dan lagi.
Kedua reaksi fisi dan fusi bisa digunakan untuk menciptakan energi raksasa untuk tujuan penghancuran. Saat atom Uranium-235 ditembak dengan Neutron, atom ini akan terpisah menjadi Rubidium dan Cesium, melepaskan energi dalam jumlah yang sangat besar dan 3 Neutron tambahan yang jika tidak terkontrol akan menyebabkan atom Uranium-235 ini memecah lagi, membentuk satu ledakan nuklir yang mahadahsyat.

Agustus 1939, Einstein mengirim surat ke Franklin D. Roosevelt, presiden Amerika Serikat kala itu. Ia menggambarkan penemuannya dan mengingatkan bahaya yang mungkin terjadi. Pemerintah AS kemudian mendirikan sebuah top secret—Manhattan Project—pada tahun 1942 untuk mengembangkan peralatan atomic, dipimpin oleh Brigadier General Leslie R. Groves. Timnya bekerja pada lokasi tertentu, tetapi di Mexico, dibawah perintah Ahli Fisika Amerika J. Robert Oppenheimer, mereka merancang dan membangun bom atom pertama.
Uji bom atom yang pertama diledakkan di New Mexico, pada 16 Juli 1945. Energi yang dilepaskan dari ledakan ini setara dengan yang dilepaskan dari detonasi 20.000 ton TNT. Kemudian, pada penghujung Perang Dunia II—6 Agustus 1945—AS menjatuhkan bom atom yang pertama di kota Hiroshima, ibukota Jepang, disusul dengan bom yang kedua di kota Nagasaki pada 9 Agustus. Menurut perkiraan AS, 100.000-110.000 jiwa kehilangan nyawa dengan dijatuhkannya bom ini.



Jika saya Einstein, tentu ini menjadi satu penyesalan terbesar dalam hidup saya. Tapi aku bukanlah Einstein. Ya udu.....????

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar