Kamis, 01 November 2012

Mengapa Air Dapat Merusak Barang Elektronik?


HP Anda pernah kecebur di air? Atau laptop Anda pernah ketumpahan air? Air telah menjadi momok bagi barang-barang elektronik. Telah diketahui bahwa air yang masuk ke dalam barang elektronik dapat menyebabkan kerusakan. Mengapa demikian? Apa penyebabnya?

Di dalam setiap barang elektronik, terdapat rangkaian listrik. Rangkaian itu tersusun dari berbagai komponen dan kabel yang jalin-menjalin sedemikian rupa sehingga alat elektronik dapat bekerja sesuai dengan tujuan pabrik yang membuatnya. Rangkaian listrik bekerja berdasarkan prinsip bahwa arus listrik harus mengalir dari kutub positif menuju kutub negatif. Jalannya arus ini telah ditentukan jalurnya pada rangkaian. Contoh rangkaian yang sering kita lihat dalam keseharian adalah motherboard komputer seperti yang ditunjukkan gambar berikut ini.
 

Air telah diketahui dapat menghantarkan listrik. Hal ini terjadi karena partikel-partikel air terpolarisasi menjadi ion positif dan ion negatif yang bersifat konduktif. Nah, ketika sejumlah air mengenai suatu barang elektronik, maka air tersebut menjadi jalur baru bagi aliran arus listrik pada rangkaian. Lantas, apa akibatnya?

Jalur arus listrik pada rangkaian akan menjadi kacau. Arus listrik mengalir ke segala arah secara tidak beraturan. Dan ketika air menghubungkan dua jalur yang berdekatan, maka terjadi aliran arus pendek. Hal ini mengakibatkan terjadinya korseleting, dan sistem rangkaian barang elektronik tersebut menjadi rusak.  

Dari penjelasan di atas, tersirat bahwa resiko suatu barang elektronik menjadi rusak akibat terkena air adalah ketika barang elektronik tersebut berada dalam keadaan hidup. Jika suatu barang elektronik terkena air dalam keadaan mati, maka kerusakan tidak terjadi karena tidak ada arus yang mengalir. Apabila hal ini terjadi, maka yang perlu dilakukan adalah mengeringkan seluruh air yang menempel pada rangkaian listriknya. Setelah itu, barang elektronik dapat dipakai lagi seperti biasa.



*******
(Ditulis oleh Doni Aris Yudono)


Sumber Gambar:






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar