Senin, 01 April 2013

Bagaimana Cara Mengukur Kedalaman Laut?


Bagaimana cara mengukur panjang sebatang pensil? Ya tinggal diukur saja pakai penggaris. Bagaimana cara mengukur tinggi orang? Ya tinggal diukur saja pakai meteran. Nah, bagaimana cara mengukur kedalaman laut? Apakah perlu ada orang yang menyelam ke dasar laut sambil bawa meteran?? Hehehe… Tentu tidak :D Pengukuran kedalaman laut dapat dilakukan secara lebih praktis dengan memanfaatkan gelombang bunyi.

Gelombang adalah getaran yang merambat. Sebagai gelombang, bunyi memerlukan medium untuk dapat merambat. Perambatan gelombang bunyi pada medium tertentu terjadi dengan kelajuan tertentu. Sedangkan, kita tahu bahwa kelajuan (v) didefinisikan sebagai jarak (s) yang ditempuh per satuan waktu (t). Persamaannya adalah v = s/t. Jadi, kita dapat menerapkan hubungan antara kelajuan, jarak, dan waktu pada perambatan gelombang bunyi.

Jadi, untuk mengukur suatu jarak dengan menggunakan gelombang bunyi, kita perlu menghasilkan suatu gelombang bunyi yang diketahui kelajuannya. Selanjutnya, kita pancarkan gelombang itu untuk menempuh rentang jarak tertentu dan kita ukur waktu yang diperlukannya. Jarak yang ditempuh tersebut dapat kita tentukan dengan mengalikan antara kelajuan gelombang dan waktu tempuhnya (s = v.t). Jarak (s) inilah yang kemudian akan dijadikan sebagai hasil pengukuran kedalaman laut.

Pengukuran kedalaman laut biasanya dilakukan dengan bantuan sebuah alat yang disebut Echo Sounder. Alat inilah yang digunakan untuk memancarkan gelombang bunyi ke dalam laut dengan kelajuan tertentu.

Echo Sounder

Gelombang bunyi dipancarkan oleh alat Echo Sounder dari sebuah kapal dan merambat di dalam air menuju dasar laut. Ketika gelombang tersebut sampai di dasar laut, gelombang tersebut dipantulkan kembali ke atas. Echo Sounder menangkap pantulan gelombang ini dan mengukur selang waktu yang terjadi. Dengan memanfaatkan persamaan s = v.t, maka kedalaman laut pun dapat diketahui.


Akan tetapi, jangan lupa, karena gelombang yang dipancarkan oleh Echo Sounder tadi mengalami pemantulan, maka jarak tempuhnya menjadi dua kali jarak tempuh yang sebenarnya. Oleh sebab itu, hasil perhitungan tadi mesti dibagi dua untuk memperoleh hasil yang sesuai.


*******
(Ditulis Oleh Doni Aris Yudono)


Sumber Gambar:
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar