Rabu, 10 April 2013

Mengapa Bintang Bisa 'Jatuh'?


Memandangi langit malam, terkadang kita melihat bintang jatuh, seperti tampak pada gambar di atas. Ada orang-orang yang lantas mengucap permohonan karena mereka percaya bahwa permintaan akan terwujud jika diucapkan ketika melihat bintang jatuh. Ada pula orang-orang yang beranggapan bahwa berdoa seharusnya ditujukan kepada Tuhan, bukan kepada bintang :)

Bintang jatuh. Benarkah bintang bisa jatuh? Apakah sebenarnya bintang jatuh itu?

Sebenarnya apa yang orang-orang sebut sebagai bintang jatuh itu bukanlah bintang. Bintang jatuh sebenarnya adalah meteor. Begini. Di angkasa, banyak terdapat bebatuan yang bebas melayang-layang. Bebatuan ini disebut meteoroid.
Meteoroid
Beberapa meteoroid terkadang bergerak menuju bumi. Ketika berada cukup dekat dengan bumi, meteoroid akan tertarik oleh gravitasi bumi sehingga bergerak semakin cepat menuju permukaan bumi. Akan tetapi, perjalanan meteoroid menuju permukaan bumi tersebut tidaklah mulus. Meteoroid akan memasuki atmosfer bumi dan bergesekan dengannya. Gesekan ini sedemikian dahsyatnya sehingga menghasilkan panas. Akibatnya, batu meteoroid itu akan terbakar. Api pembakaran inilah yang kita lihat sebagai cahaya “bintang jatuh” di langit. Meteoroid yang terbakar di dalam atmosfer lazim disebut meteor.

Selama meteor bergerak di dalam atmosfer, volumenya banyak berkurang karena habis terbakar. Pada banyak kasus, seluruh tubuh meteor akan habis terbakar di atmosfer, namun ada juga beberapa kasus di mana sebagian tubuh meteor masih tersisa hingga menabrak permukaan bumi. Hal ini bergantung pada ukuran awal meteoroid ketika memasuki atmosfer bumi. Batu yang tersisa dari meteor dan utuh sampai di permukaan bumi lazim disebut meteorit. Jika ukuran meteorit cukup besar, dampaknya ketika menabrak bumi cukup signifikan, sampai-sampai membentuk lubang di tanah seperti ditunjukkan oleh gambar berikut ini. 

Lubang besar di permukaan bumi akibat hantaman meteorit
Meteorit
Jadi, sekarang telah jelas bahwa bintang jatuh itu sebenarnya adalah sebuah batu yang terbakar (meteor). Perlu dicatat bahwa bintang jatuh tidak hanya terjadi di malam hari, melainkan juga di siang hari. Hanya saja, cahaya dari meteor kalah oleh cahaya matahari di siang hari sehingga meteor tersebut tidak jelas terlihat.


*******
(Ditulis Oleh Doni Aris Yudono)


 


Sumber Gambar:






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar