Kamis, 15 September 2011

Ku Belajar



Mengenal Komputer
Saya teringat pertama kali mengenal komputer saat SMA, meski tidak ikut mengoperasikan, tapi paling tidak pernah melihat dan duduk di depannya. Saat itu, tahun 1993, dan belum ada pelajaran TIK. Komputer pun dikenalkan karena ada salah satu bab dalam pelajaran matematika, yaitu bab pengenalan komputer. Sampai akhirnya lulus SMA pun tidak bisa mengenal komputer dengan baik. Baru kuliah, mulai sering mengoperasikan. Tetapi itu sangat standar sekali. Baru pada saat, sekitar tahun 1999 - 2000 (agak lupa), saya mengenal komputer dengan lebih baik saat menjadi OP di warnet. Terima kasih buat teman saya, yang telah mempercayakan saya untuk bekerja saat itu. Lumayan, saat di warnet mulai mengenal  berbagai software, kenal chatting, browsing dan dunia internet lainnya. Sebatas itulah.
Saat lulus kuliah, saya bekerja di Lembaga Pendidikan Komputer sebagai tenaga mengajar. Di sana saya mengajar Microsoft Office dan Internet. Pengetahuan saya mulai berkembang, walau waktu itu belum mengenal hardware (menginstal windows pun belum bisa). Saat keluar dari LPK, dan punya komputer sendiri Pentium 1 mulai bisa caranya menginstal (maklum saya cukup pelit mengeluarkan biaya yang tidak seharusnya). Pentium 1 itu pun akhirnya dijual, dan punya Pentium 2. Pentium 2 pun berakhir yang sama, dijual dan ganti dengan Pentium 3.
Sampai akhirnya saya tidak punya komputer, karena monitornya mati. Yang jelas saat punya komputer sendiri, saya sanggup mengatasi ketakutanku bahwa saya tidak bisa komputer. Lah sekarang, saya ditemani dengan netbook HP Mini..murah..meriah..enak di bawa kemana-mana.

Mengenal Bahasa Inggris
Masih ada satu lagi ketakutanku, yaitu ketidakmampuan dalam bahasa Inggris. Apa yang kulakukan. Saya ambil kuliah penerjamah di D3 UT..Meski sampai sekarang belum lulus. Pertama, karena sibuknya saya mencari dana agar dapur tetap ngebul, kedua karena sering tidak pegang duit saat daftar ulang (seperti sekarang ini). Saya pun tahu diri, bahwa kemampuan, writing, speaking atau listening saya sangat mengkhawatirkan. Jadi saya fokuskan ke bidang penerjemahan Inggris - Indonesia. Ku koleksi berbagai buku teori terjemahan, Kamus dwibahasa maupun ekabahasa, termasuk kamus istilah-istilah bidang tertentu. Lumayan lah, kemampuan menerjemahkan saya. Walau belum bisa cepat.
Hingga, pada suatu ketika ada teman saya mengembalikan buku berjudul "Write Source 2000 A Guide to Writing, Thinking, and Learning". Saya agak kaget, eh ternyata saya punya buku tentang menulis dalam bahasa Inggris, tapi tersaji dengan mudah, baik dari kosakata maupun gaya bahasanya.

Buku ini mempunyai susunan bab sebagai berikut :
The Process of Writing
The Forms of Wriring
The Tools of Writing
Proofreader's Guide
Student Almanac

Saya kutip salah satu ungkapan di buku itu
"Writing is the ultimate learning tool for all student of all ages in all subject"

Semoga buku ini mampu menginspirasi saya, agar dapat mengatasi kelemahanku dalam belajar bahasa Inggris (khususnya tentang menulis  alias writing).


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar