Senin, 12 September 2011

Menumbuhkan Minat dan Bakat Berlandaskan Teori Multiple Intelligences

Pengantar
Ada suatu cerita dari dunia binatang. Para binatang besar ingin membuat sekolah untuk para binatang kecil. Di sekolah itu akan diajarkan mata pelajaran memanjat, terbang, berlari, berenang, dan menggali.
Awalnya sekolah tersebut berjalan dengan baik, seluruh pengajar dan muridnya menikmati pelajaran dengan penuh keceriaan. Suatu ketika terjadi hal-hal yang tidak diduga sebelumnya. Kelinci yang sangat jago berlari hampir tenggelam ketika mengikuti pelajaran berenang. Dengan kesibukannya belajar berenang, kelinci tersebut tidak dapat berlari secepat sebelumnya. Elang, yang sangat pandai terbang tidak mampu menjalankan pelajaran menggali. Les perbaikan menggali yang diberikan malah menyebabkan elang melupakan cara terbangnya.
Kesulitan-kesulitan terus melanda binatang-binatang lain, seperti bebek, burung pipit, bunglon, ular dan binatang kecil lainnya. Para binatang kecil itu tidak mempunyai kesempatan lagi untuk berprestasi dalam bidang keahlian mereka masing-masing karena dipaksa melakukan hal-hal yang tidak menghargai sifat alami mereka.
(Armstrong, 2003)

Pengertian
Minat : Kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu, gairah, keinginan.
Bakat : kepandaian, sifat, dan pembawaan yang dibawah sejak akhir.
Teori Multiple Intelligences/Kecerdasan Majemuk : teori yang diajukan oleh Howard Gardner. Kecerdasan ini meliputi kecerdasan linguistik, kecerdasasan matematis-logis, kecerdasan spasial, kecerdasan kinestetis-jasmani, kecerdasasan musikal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan naturalis, dan kecerdasan eksitensial.

Teori Kecerdasan Majemuk
  1. Kecerdasan Linguistik : kepekaan pada bunyi struktur, makna, fungsi kata, dan tubuh. Ditemukan pada para penulis dan orator.
  2. Kecerdasan Matematis-Logis : kepekaan dalam mencerna, pola-pola logis, maupun numeris, dan kemampun mengolah alur pemikiran yang panjang. Ditemukan pada para ilmuwan dan ahli matematika.
  3. Kecerdasan Spasial : kepekaaan mempersepsi (merasakan) dunia visual secara akurat dan mentransformasi persepsi awal. Ditemukan pada seniman dan para arsitek.
  4. Kecerdasan Kinestetis - Jasmani : kemampuan mengontrol gerak tubuh dan kemahiran mengolah obyek. Ditemukan pada para penari, atlet dan para pematung.
  5. Kecerdasan Musikal : kemampuan menciptakan dan mengapresiasi irama, pola titi nada, dan apresiasi bentuk-bentuk ekspresi musikal. Ditemukan pada komposer dan penyanyi.
  6. Kecerdasan Interpersonal : kemampuan mencerna dan merespon secara tepat suasana hati, temperamen, motivasi, dan keinginan orang lain. Ditemukan pada para konselor dan pemimpin politik.
  7. Kecerdasan Intrapersonal : kemampuan memahami diri sendiri dan kemampuan memahami emosi, serta pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan diri. Ditemukan pada para psikoterapis dan pemimpin keagamaan.
  8. Kecerdasan Naturalis : keahlian membedakan anggota-anggota suatu spesies, mengenali eksistensi spesies lain, dan memetakan hubungan antara beberapa spesies. Ditemukan pada para peneliti alam, ahli biologi, dan aktitivis binatang.
Minat, Bakat dan Kegiatan Ekstrakurikuler
Seorang siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuker hendaknya menyesuaikan pada  minat dan bakat yang dimilikinya. Apa pun alasannya, kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang akan diikutinya jangan sampai menambah "beban baru". Bukan karena ikut-ikutan teman maupun desakan dari orang tua. Dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler diharapkan setiap siswa dapat menjadi pribadi yang sportif, bersaing sehat, memiliki disiplin tinggi, menumbuhkan kepercayaan diri, dan menumbuhkan kemampuan bersosialisasi.
Contoh kegiatan ekstrakurikuler yang bisa diikuti :
  1. Majalah dinding (kecerdasan linguistik)
  2. Komputer (kecerdasan matematis-logis)
  3. KIR (kecerdasan matematis-logis dan naturalis)
  4. Seni rupa (kecerdasan spasial)
  5. Bola volley, sepak bola, basket dll (kecerdasan kinestetis-jasmani)
  6. Seni musik (kecerdasan musikal)
  7. Pramuka (kecerdasan interpersonal dan naturalis)
  8. PMR (kecerdasan interpersonal dan naturalis)
Referensi :
Armstrong, Thomas. 2003. Sekolah Para Juara : Menerapkan Multiple Intelligences di Dunia Pendidikan (terjemahan). Bandung : Kaifa
Armstrong, Thomas. 2007. 7 Kinds of Smart (terjemahan). Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Gardner, Howard. 2003. Kecerdasan Majemuk (terjemahan). Interaksara

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar