Selasa, 28 Agustus 2012

Mengapa Gelas Kaca Yang Lebih Tebal Justru Lebih Mudah Pecah Jika Diisi Air Panas?


Minuman-minuman tertentu membutuhkan air panas untuk penyajiannya. Berdasarkan tips kesehatan, air panas sebaiknya disajikan dalam gelas kaca, jangan dalam gelas plastik. Akan tetapi, sering terjadi, gelas kaca pecah ketika diisi air panas. Dan anehnya, gelas kaca yang tebal justru lebih mudah pecah daripada gelas kaca yang tipis. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Zat akan memuai (ukurannya bertambah besar) jika dipanaskan. Hal ini terjadi karena ketika dipanaskan (diberi kalor), partikel-partikel zat akan mendapat tambahan energi. Akibatnya, partikel-partikel zat bergerak acak secara lebih cepat sehingga membutuhkan ruang yang lebih besar.

Ketika sebuah gelas kaca diisi air panas, energi  dari air panas itu akan merambat mulai dari dinding gelas yang paling dalam sampai ke dinding gelas yang paling luar. Ketika suatu lapisan dinding gelas menerima energi tambahan, lapisan tersebut akan langsung memuai. Jadi, yang lebih dulu memuai adalah dinding gelas yang paling dalam, sedangkan dinding gelas yang paling luar memuai paling akhir.

Jika gelas terbuat dari kaca yang tipis, jarak antara dinding dalam dan dinding luar gelas tidak terlampau jauh. Hal ini membuat energi panas cepat tersebar ke seluruh dinding gelas. Akibatnya, gelas akan memuai secara relatif bersamaan. Gelas itu pun terhindar dari pecah.

Jika gelas terbuat dari kaca yang tebal, jarak antara dinding dalam dan dinding luar gelas cukup jauh. Hal ini membuat energi panas membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dapat tersebar ke seluruh dinding gelas. Ketika dinding dalam gelas telah memuai sedemikian besar, dinding luar belum memuai sama sekali. Akibatnya, dinding dalam akan mendesak dinding luar dan berakibat pada pecahnya gelas.

Semakin panas air yang Anda tuangkan dalam gelas, semakin rawan gelas itu pecah. Hal ini karena semakin panas air yang Anda tuangkan, semakin besar pula energi yang Anda berikan pada dinding gelas dan gelas akan memuai lebih besar.

Jika air yang dituangkan ke dalam gelas tidak terlalu panas, maka energi yang diberikan tidak cukup banyak untuk membuat dinding gelas memuai secara signifikan. Jadi, meskipun berdinding tebal, gelas tidak akan pecah jika air yang dituangkan tidak terlalu panas. Resiko pecah meningkat seiring meningkatnya suhu air yang dituangkan.

Salah satu cara praktis untuk menurunkan resiko pecahnya gelas adalah meletakkan sendok logam di dalam gelas itu. Logam adalah penghantar panas yang baik. Ketika air panas dituangkan ke dalam gelas, energi akan banyak diserap oleh sendok logam secara cepat, sehingga mengurangi energi yang merambat ke dinding gelas.


*******
(Ditulis Oleh Doni Aris Yudono)

Sumber Gambar:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar