Selasa, 14 Agustus 2012

Mengapa Pesawat Bisa Terbang?



Di jaman ini, pesawat masih merupakan alat transportasi andalan untuk bepergian ke tempat yang sangat jauh dalam waktu yang relatif singkat. Pesawat merupakan sebuah benda dengan massa puluhan ton. Bagaimana benda dengan massa sebesar itu mampu terbang tinggi di angkasa?

Pesawat dilengkapi dengan mesin pendorong. Untuk pesawat-pesawat kecil, mesin pendorongnya berupa baling-baling, sedangkan untuk pesawat-pesawat besar, mesin pendorongnya berupa jet. Seperti namanya, tugas mesin-mesin pendorong itu hanyalah mendorong pesawat ke depan, bukan membuat pesawat bergerak naik. Bagian pesawat yang berfungsi membuat pesawat bergerak naik adalah sayapnya. Lantas, bagaimana sayap pesawat melakukannya?

Untuk bisa mulai terbang, pesawat terlebih dahulu harus bergerak maju dengan sangat cepat. Ketika pesawat bergerak ke depan, aliran udara di sekitar pesawat akan bergerak secara relatif ke belakang. Begitu pula dengan udara di sekitar sayap pesawat. Terjadi aliran udara yang sangat cepat melewati bagian atas dan bagian bawah sayap pesawat. Aliran udara di atas dan di bawah sayap inilah yang dimanfaatkan untuk membuat pesawat bergerak naik. Hal ini dilakukan dengan membuat desain khusus pada sayap pesawat.

Perhatikan Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Model Sayap Pesawat (Dilihat dari Samping)
Sayap pesawat (warna hijau) didesain memiliki bidang datar di bagian bawahnya dan sedikit melengkung di bagian atasnya. Ketika sayap itu bergerak dan menabrak udara di depannya, udara tersebut akan mengalir ke arah belakang sayap. Jelas terlihat pada Gambar 1, udara yang mengalir melalui bagian atas sayap (garis warna merah) akan menempuh jarak yang lebih panjang daripada udara yang mengalir melalui bagian bawah pesawat (garis warna biru). Meski menempuh jarak yang berbeda, kedua aliran udara tersebut akan bertemu kembali di bagian belakang sayap pesawat secara bersamaan. Konsekuensinya, udara yang mengalir melalui bagian atas sayap pesawat akan memiliki kecepatan yang lebih tinggi daripada udara yang mengalir melalui bagian bawah sayap pesawat.

Seorang ahli fisika yang hidup di abad ke-17, Daniel Bernoulli, menyatakan bahwa semakin tinggi kecepatan suatu fluida (termasuk udara), maka tekanannya akan semakin rendah. Dengan demikian, udara di atas sayap pesawat memiliki tekanan yang lebih rendah daripada udara di bawah sayap pesawat. Lantas, apa yang terjadi jika ada perbedaan tekanan semacam ini?

Hukum fisika menunjukkan bahwa fluida akan bergerak dari daerah bertekanan lebih tinggi menuju daerah bertekanan lebih rendah. Dengan demikian, udara di bawah sayap pesawat akan bergerak naik. Hal ini menyebabkan sayap pesawat juga ikut terdorong naik. Dengan kata lain, sayap pesawat mengalami gaya angkat.

Nah, itulah sebabnya pesawat dapat bergerak naik dan terbang tinggi ke angkasa ^_^


*******
(Ditulis oleh Doni Aris Yudono)
http://www.facebook.com/Yudha.On.7 



sumber gambar:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar