Kamis, 13 September 2012

Bagaimana Cara BMKG Memperkirakan Cuaca?


BMKG adalah singkatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Salah satu peran BMKG yang sangat populer adalah memperkirakan cuaca. Sering kita lihat di televisi, ditampilkan perkiraan cuaca untuk daerah-daerah tertentu, misalnya cuaca cerah, berawan, atau hujan.

Bagaimana cara BMKG memperkirakan cuaca? Mengapa BMKG bisa tahu bahwa suatu daerah akan terjadi hujan, berawan, atau cerah? Apakah BMKG mempekerjakan paranormal yang mampu meramal masa depan?? (Hehehe.... Tentu tidak...)

Pertama-tama, kita harus pahami terlebih dahulu mengapa suatu daerah dikatakan cerah, berawan, dan hujan.
 
 Gambar 1. Cuaca Cerah

Perhatikanlah suatu daerah ketika sedang cerah (Gambar 1). Apakah Anda melihat ada awan di langitnya? Tentu tidak. Langit di situ cukup “bersih” dari awan, sehingga sinar matahari tidak terhalang untuk menerangi permukaan bumi.

Gambar 2. Cuaca Berawan

Perhatikanlah suatu daerah ketika sedang berawan (Gambar 2). Apakah Anda melihat ada awan di langitnya? Ya, tentu saja. Langit di situ cukup penuh dengan awan, sehingga sinar matahari agak terhalang untuk menerangi permukaan bumi. Suasana menjadi sedikit remang-remang.

Gambar 3. Cuaca Hujan

Perhatikanlah suatu daerah ketika sedang hujan (Gambar 3). Apakah Anda melihat ada awan di langitnya? Ya, sangat banyak. Langit di situ sangat penuh dengan awan. Saking banyaknya awan, langit tampak hitam (mendung) karena sinar matahari sangat terhalang untuk menerangi permukaan bumi.

Berdasarkan tiga penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa kata kunci untuk membedakan cuaca cerah, berawan, dan hujan di suatu daerah adalah dari banyaknya awan di atas daerah tersebut. Jika awan tidak ada (sangat sedikit), maka cuacanya cerah. Jika awan cukup banyak, maka cuacanya berawan. Jika awan sangat banyak (mendung), maka cuacanya hujan.

Jika Anda pernah memperhatikan awan-awan di langit, maka Anda akan melihat bahwa awan-awan itu senantiasa bergerak. Awan-awan itu bergerak karena tertiup oleh angin.

Angin terjadi karena terdapat perbedaan tekanan udara antara dua daerah. Angin akan bertiup dari daerah bertekanan udara tinggi ke daerah bertekanan udara rendah.

Jadi, yang perlu diukur oleh BMKG hanyalah tekanan udara di suatu daerah. Tekanan udara diukur dengan suatu alat bernama barometer. Tekanan udara di suatu daerah akan mengindikasikan cuaca yang akan terjadi di daerah tersebut.

Jika suatu daerah bertekanan udara tinggi, maka angin akan bertiup dari daerah tersebut ke daerah lain. Otomatis, awan-awan di daerah itu pun akan pindah ke tempat lain. Jadi, tekanan udara yang tinggi menjadi pertanda bahwa suatu daerah akan mengalami cuaca cerah.

Sebaliknya, jika suatu daerah bertekanan udara rendah, maka angin akan bertiup menuju ke daerah tersebut. Otomatis, awan-awan dari daerah lain akan berkumpul di daerah tersebut. Jadi, tekanan udara yang rendah menjadi pertanda bahwa suatu daerah akan mengalami cuaca berawan atau hujan, tergantung dari seberapa rendah tekanan udaranya (seberapa banyak awan yang berkumpul).


*******
(Ditulis Oleh Doni Aris Yudono)


Sumber Gambar:




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar